12/27/2012

pengasihan asap rokok


PENGASIHAN ASAP ROKOK
amalan ini sngt mudah dlm menjalani nya tp agak susah untk
mengguna kan nya..soal orng trsbt hrs trkena asap nya sh.
doa nya sbb:
ASALLAHU ANYAKUFAA,BAKSAL LADZINA KAFARU,WALLAHU
ASYADDU BAKSAW WA’ASYADDU TANKIILA
keterangan:bacakan di dalam bungkus rokok 41X DAN untk
menggunakan hembuskan asap rokok ke orng trsbut

ilmu pelet dengan media foto


suka ama seseorang? tapi doi ga suka ama kamu?! yaaaa kesiaan
de lu …cape deh!hehee, ngapain juga ngarep ngarepin orang
yang ga suka ama anda?! ..yaah namanya juga dah cinta, apa
mau dikata?hehe ..
emang, masalah cinta ..ga pandang bulu ..mau tua muda, kaya
miskin, ..semua butuh cinta dan dicintai ..masalahnya, seringkali
anda cinta seseorang tapi orang tersebut tidak mencintai anda!
kalo jaman dulu, orang ga perlu cinta dulu baru nikah! ..yang
penting, dua sejoli ini sudah siap dan berikrar mau saling
menerima apa adanya…peran orang tua disini sangat penting,
kalo ortu nya matree ya kesian anaknya, tapi kalo orunya paham
agama ..nah anaknya pasti dijodoin ama orang baik² ..
ok, ilmu pelet gratis yang saya tulis ini sudah terbukti , tinggal
yakin apa gaknya aja ..
tapi inget! siapa pun yg anda pelet ..belum tentu jodoh anda! jadi
jangan diapa-apain sebelum sah!!!
1. tidur siang-siang, bagun malem jam 3..
2. bakar dupa wangi, sebatang juga cukup lah
3. liat foto “cewe/cowo” yang dituju
4. sekarang, pejamkan mata ..bayangkan wajah si dia, dalam hati
dan bayangkan wajahnya tersenyum melihat anda …ya bagus ..
5. kalo si dia udah tersenyum di bayangan anda, tempelkan foto
di tangan, lalu tempelkan foto si dia agar kena asap dupa
wangi ..sambil ngomong ..
bismillahirrohmanirrohim
sirr wengi sirr allah
sirr kuring sirr maneh
sirr kuring aya di maneh
jadi jadi jadi ..
6. yakin, selesai sudah …
7. besok² ..kalau ketemu, liatin aja dulu ..jangan dipelototin! ntar
takut dianya…liat dengan penuh rasa sayang ..bukan nafsu
ya! ..terus ..baru deh sapa dengan lemah lebut

3 ilmu membuka mata batin


ILMU MEMBUKA MATA BATIN yg Ke-1……Lafal Doa
Kunci nya adalah sbb:
ALLOHU WUJUDULLOH DZATULLOH SIFATULLOH
SIRRULLAH KUNFAYAKUN.
dibaca 3x dengan 1xTahan Napas….Lalu Semadi dan
Baca Lafal tsb DALAM HATI Sebanyak Banyaknya….
ILMU MEMBUKA MATA BATIN yg Ke-2……Lafal Doa
Kunci nya adalah sbb:
SHIDIQUL GHUYUB BISIRRULLOH.
dibaca 11x dengan 1xTahan Napas…..Lalu Semadi dan
Baca Lafal tsb DALAM HATI Sebanyak Banyaknya…….
ILMU MEMBUKA MATA BATIN yg Ke-3……Lafal Doa
Kunci nya adalah sbb:
INNA QUWWATIH QUWWATAH KUNFAYAKUN YA
GHOIB YA BATIN.
dibaca 11x dengan 1xTahan Napas….Lalu Semadi dan
Baca Lafal tsb DALAM HATI Sebanyak Banyaknya…….
*KETERANGAN LEBIH LANJUT UTK KE-3 KEILMUAN:
Pada Saat Anda Semadi…..Fokuskan Pikiran Pada Hati
Kita….Pada Rasa Kita…..yg Fokus Membaca lafal tsb
(utk Lafal Harap di pilih salah Satu saja)….Dan kaidah
kaidah Dalam Fokus membaca Lafal tsb Adalah:
1.Konsentrasi Pada Hati Kita ….Pada Rasa….Bukan Pada
Mata Kita yg Terpejam.Hati atau Rasa HARUS MENUJU
ALLOH…..Hati kita Membaca lafal tsb Sbg Jalan
menuju Alloh dengan Konsentrasi……Meski keadaan di
sekitar Kita Sangat Bising…..Karena Telingan pasti akan
selalu mendengar…..tp Tetap saja Baca dalam Hati
sebanyak banyaknya Lafal tsb….Jangan Pernah
hiraukan telinga yg mendengar…..Tapi Fokus Pada
Mata hati saat Mata Kita Terpejam.
2.Pada Pikiran Agar tidak ngelantur saat hati membaca
Lafal tsb mk Memakai Kunci Sirr….atau sering di sebut
Kunci makrifat atau di sebut visualisasi atau
Bayangkan….
Utk Ilmu Membuka Mata Batin:
-Yang ke-1 :Kunci Sirr Pada Pikiran: Bayangkan Dan
Rasakan Kita Menyatu dengan Alloh.
-Yang Ke-2 :kunci Sirr Pada Pikiran: Bayangkan Embun
Alloh Membasuh Mata dan Matahati kita…
Membersihkan sampai sebersih bersih nya….
-Yang ke-3 :Fokus pada Kata Ya Ghoib Ya Batin….Krn
Ya Ghoib itu adalah Nama Alloh yg Maha Ghoib…
sehingga yg Ghoib nantinya Akan terbuka…..krn Ya
Batin juga Nama Alloh Al-Batinu yg Artinya Wahai
Dzat Batin yg Mengandung Unsur Sirr atau Rahasia di
dalamnya…..
3.JANGAN BERFOKUS PADA PENGHARAPAN
PENGLIHATAN GHOIB…..TAPI BENAR BENAR PASRAH
DAN IKHLAS KEPADA ALLOH…..JUSTRU AKAN
SEMAKIN CEPAT MENUJU PENGLIHATAN GHAIB
*keterangan Tentang SASMITA…..
Segala Ilmu Itu Ada SASMITA nya Karena Sasmita
Adalah Petunjuk Jika Mata Batin Anda sudah
Terbuka…..Karena itulah….Dalam Setiap Keilmuan Dari
saya SELALU MENGGUNAKAN TEKNIK
SEMADI…..karena Cara itulah satu satunya Jalan Agar
Kita Bisa Menangkap Sasmita….
SASMITA DARI TIAP TIAP ORANG BERBEDA….JUGA
TIAP TIAP ILMU DARI 3 ILMU TSB JUGA AKAN
MEMILIKI SASMITA YG BEDA.
DAN JIKA SAAT PERTAMA KALI ANDA MELIHAT
PENGLIHATAN GAMBARAN SASMITA…..ULANGI
SAMPAI SEMADI ESOKNYA……SAMPAI ADA SASMITA
LAGI……..SETELAH ITU BARU DI TES ILMU TSB…..
CARA TES ILMU TSB (TES SETELAH DAPAT SASMITA)
*Utk Ilmu yg Ke-1: Pejamkan mata Baca 3x Tahan
Napas….NIAT(Contoh:Niat Ingsun melihat keberadaan
Si A)….lalU di baca sebanyak banyaknya dalam hati
sampai Tembus….Biasanya Tidak lama juga pasti
Tembus Penglihatan tsb.
*Utk Ilmu yg Ke-2: Pejamkan mata Baca 11xTahan
napas….NIAT(contoh:Niat ingsun melihat Energi Ilmu
Si A)….lalu di baca sebanyak banyaknya dalam hati
sampai Tembus….Biasanya Tidak Lama Pasti akan
tembus penglihatan tsb.
*Utk Ilmu yg Ke-3: Pejamkan mata Baca 11xTahan
napas….NIAT(Contoh:Niat Ingsun Melihat Alam Jin)
….lalu di baca sebanyak banyaknya dalam hati sampai
Tembus……Biasanya Tidak lama pasti akan tembus
Penglihatan tsb.
UTK MASING MASING ILMU TES NYA SAMA…..NIAT
HARUS JELAS…..JADI NYATAKAN NIAT ANDA
DENGAN KATA KATA….NIAT INGSUN……….TERSERAH
DI ISI APA NIAT NYA
UTK NIAT…..BISA DILIHAT DI FUNGSI.
*FUNGSI Utk Masing masing Ilmu membuka mata
batin
-Melihat Keberadaan Seseorang.
-Melihat Keberadaan Benda.
-Melihat Energi Keilmuan Seseorang.
-Melihat Energi suatu Amalan Ilmu yg Akan Di
Amalkan.
-Milihat Alam Jin.
-Melihat tempat Meski keadaan yg Jauh….
-Meminta Gambaran Tentang Petunjuk Ghoib.
-Istikhoroh Goib…..biasa nya gambaran langsung
Ada…..
-Munajat keilmuan Ghaib kepada Allah….Biasanya
anda akan mendapat amalan Ilmu yg sesuai Niat anda
-Terbuka Rahasia Rahasia yg Tidak Kita Ketahuai…..
-SEMAKIN LAMA DAN PADAT ANDA MENGAMALKAN
ILMU TSB….MAKA MATA BATIN JUGA MAKIN
TAJAM….SEHINGGA MAKIN PEKA MENANGKAP
GETARAN GHAIB.
-Dan lain lain sesuai Niat Anda yg Ada hubungan nya
dengan Ilmu Ghaib.
Anjuran utk Tes Pertama Kali Sesudah Dapat
Sasmita….Misal utk Ilmu Ke-2: Baca SHIDIQUL
GHUYUB BISIRRULLOH 11xTahan Napas….lalu baca
dalam hati…NIAT INGSUN MELIHAT ENERGI ILMU
ARIES PRISDIANT…….lalu baca SHIDIQUL GHUYUB
BISIRRULLOH sebanyak banyak nya dalam
Hati….sampai nanti Ada Gambaran Tentang Energi
Ilmu Saya….Atau NIAT BISA DI GANTI……NIAT
INGSUN MELIHAT KEBERADAAN ARIES
PRISDIANT….Maka Nanti Akan Ada gambaran tentang
saya….apakah saya masih Hidup atau Sudah
almarhum…..
PENGLIHATAN NANTI PASTI NAMPAK……TAPI
TINGKAT KEAKURATAN TERGGANTUNG KETAJAMAN
MATA BATIN ANDA…..KRN ITU LATIH TERUS…..KRN
SAAT MELATIH ILMU TSB…..SAAT ITULAH KITA
BENAR BENAR MENDEKAT MENUJU ALLOH.
Ke tiga tiganya Ilmu Tersebut Termasuk Ilmu Allah……
Krn Ketika Kita memohon kepada Allah utk Ilmu tsb
secara otomatis Kita juga mendekat Kepada Allah…..

pengertian khodam

sebenarnya islam tidak mengenal istilah khodam, yang ada qorin yaitu jin yang selalu mendampingi seseorang untuk menggoda kita.
sementara pengertian khodam dalam masarakat umum adalah jin yang seakan menjaga kita dari bahaya dan membantu keinginan kita terutama yang berurusan dengan kesaktian. bedanya dengan qorin, setiap manusia pasti ada qorinnya, sementara tidak setiap manusia memiliki khodam. adanya khodam pada diri seseorang sendiri ada dua sebab. pertama sengaja di undang melalui amalan, wiridan atau tirakatan dan ini di larang agama (QS Jin ayat 5).
kedua, ada yang datang dengan sendirinya. kalau datang dengan sendirinya kita tidak berdosa tapi di haruskan membuang khodam itu.
wallahua'lam.

sejarah keris


Sejarah Keris sebagai senjata tradisional

Handika saputra 

Keris adalah salah satu jenis senjata tikam tradisional masyarakat Jawa dan beberapa suku bangsa di Indonesia. Bagi sebagian masyarakat Jawa, keris masih dianggap sebagai salah satu senjata piandel (andalan) yang mempunyai kekuatan gaib. Bahkan tidak jarang, keris menjadi senjata tradisional yang dikeramatkan dan harus dirawat dengan baik. Namun tidak semua jenis keris menjadi senjata andalan bagi pemiliknya. Umumnya keris yang menjadi senjata andalan bagi pemiliknya adalah keris yang dibuat oleh empu terkenal dengan laku puasa terlebih dahulu.

Umumnya kerajaan-kerajaan Jawa yang sekarang masih eksis, seperti di Yogyakarta dan Surakarta, keris masih menjadi senjata andalan bagi masing-masing kraton. Bahkan cenderung dikeramatkan. Pada bulan Sura biasanya dilakukan pembersihan keris oleh pihak kraton. Dan saat-saat tertentu saja, misalnya saat penobatan, senjata keris pusaka ini ikut diarak bersama pusaka-pusaka lainnya.

Namun pada perkembangannya dewasa ini, pembuatan keris lebih cenderung dan terfokus sebagai benda cindera mata yang berseni tinggi. Sudah jarang empu yang membuat keris pesanan seseorang yang membutuhkan untuk senjata andalan. Selain itu keris buatan sekarang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan pasar, yakni sebagai pelengkap asesoris busana adat Jawa. Sehingga bahan yang dipakai pun hanya asal-asalan saja dan sudah tidak terdiri dari bahan baku keris yakni besi, pamor, dan baja.

Ada perkiraan, keris yang tertua dibuat di pulau Jawa, dibuat sekitar abad 6 atau 7. Keris tua itu biasa disebut keris buddha.. Bahkan ornamen muncul di salah satu dinding candi. Itu menandakan bahwa di masa lampau keris sudah menjadi andalan dan dipakai sebagai salah satu senjata.

Pada zaman dulu, empu pembuat keris menyebar di berbagai wilayah yang memiliki kerajaan, seperti di Majapahit, Singasari, Kediri, Kotagede, Pajang, Kartasura, dan wilayah lainnya. Namun untuk dewasa ini, mungkin hanya tinggal beberapa tempat di Jawa yang masih membuat keris misalnya: Yogyakarta, Surakarta, dan Madura.

Keris adalah budaya asli Jawa khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Walaupun nenek moyang bangsa Indonesia umumnya beragama Hindu dan Buddha, tidak pernah ditemukan bukti bahwa keris berasal dari India atau negara lain. Jika pada candi-candi di pulau Jawa ditemui gambar relief (antara lain candi Borobudur) yang menggambarkan adanya senjata keris, maka candi-candi di India atau negara lain tidak ditemukan. Ini sebagai bukti bahwa keris berasal dari budaya asli Jawa (Indonesia).

Setiap kerajaan yang pernah ada di pulau Jawa memiliki empu masing-masing yang membuat keris pusaka. Mereka menghasilkan pusaka-pusaka yang terkenal pula. Ada lebih seratus empu yang terkenal dari berbagai kerajaan tersebut. Sebagian nama-nama empu terkenal dari masing-masing kerajaan beserta hasil karya mereka di antaranya: empu Kandangdewa dengan hasil pusaka karyanya adalah Sang Sabuk Inten, Sang Jalak, dan Sang Kala Welang (zaman Kauripan); empu Windusarpa karyanya: Sang Barojol, Sang Bethok, dan Sang Larbango (zaman Jenggala); empu Kanaka, karyanya: Kyai Kalut dan Kyai Bang Wetan (zaman Pajajaran Makukuhan); empu Bayuaji, karyanya Kyai Setan Kober (zaman Cirebon); empu Domas, karyanya Kyai Gajah (zaman Majapahit); empu Pujadewa, karyanya: Kyai Gagak Ngore dan Kyai Ganda Wisa (zaman Majapahit); empu Kaloka, karyanya Kyai Kuwung-Kuwung (asal Madura); empu Humyang, karyanya Kyai Ombak Banyu (empu zaman Pajang); empu Tunggul Maya, karyanya Kyai Jabar (zaman Mataram), empu Luyung, karyanya: Kyai Padas Polah dan Kyai Jamur Dipa (zaman Kartasura); empu Ki Anom, karyanya Kanjeng Kyai Pulanggeni (zaman Sultan Agung, Mataram); empu Ki Joko Sugatno, karyanya Kanjeng Kyai Gajah Satrubondo (zaman Kraton Surakarta); dan masih banyak lagi empu-empu terkenal lainnya.

Empu biasanya mengabdi ke kerajaan. Mereka menjadi salah satu orang yang dihormati di kerajaan karena kelebihannya membuat keris pusaka. Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa untuk membuat keris tangguh agar menjadi senjata andalan, maka bahan yang dipakai untuk membuat keris, biasanya terdiri dari campuran besi, pamor, dan baja. Sebelum memulai membuat keris ampuh, biasanya diawali dengan laku puasa dan persiapan-persiapan lain yang memakan waktu 6 hari. Persiapan-persiapan yang dilakukan antara lain: menyiapkan tempat produksi (besalen, panyirepan, dulang landesan, dan ububan; memilih pembantu pembuatan keris yang dapat dipercaya; menyiapkan semua bahan-bahan; mengajak para pembantunya untuk laku prihatin; mengadakan selamatan; dan menyiapkan mantra. Baru hari ketujuh memulai membuat keris. Di antara mantra yang biasa dilafalkan empu adalah “aum, sembahing anata tingalana de triloka sarana; awighnam astu, isun empu ....tan awacana, de nir arthaka darpa; dang dahana hagni niraweh sara sudarma”, artinya “Ya Tuhan, semoga sembah permohonan hamba ini Paduka ketahui wahai sang pelindung tiga dunia; jangan ada halangan, hamba empu .... tidak mengucapkan kata-kata yang tidak berguna dan sombong; api yang menyala-nyala ini semoga memberi pusaka yang berguna”.


Setiap keris yang dihasilkan oleh setiap empu dari masing-masing kerajaan tentu mempunyai ciri khas sendiri-sendiri, baik bentuk, ukuran, maupun kualitas. Keris yang dihasilkan oleh empu Majapahit, biasanya wilahan (bilah) menyatu dengan ukiran hulu (pegangan keris). Mulai dari ujung keris hingga pangkal pegangan terbuat dari logam. Pada pegangan keris berbentuk patung manusia. Mulai pada zaman kerajaan Demak, pegangan keris sudah tidak menyatu lagi dengan wilahan. Pembuatan keris oleh empu lebih banyak atas perintah para wali. Seorang empu bernama empu Joko Supo mendapat perintah dari Sunan Kalijaga untuk membuat keris dapur Sabuk Inten.

Keris, baru dikatakan lengkap jika sudah ada sarungnya atau yang disebut warangka. Orang yang membuat warangka keris disebut Mranggi. Jenis warangka yang dikenal dalam perkerisan tradisi Jawa adalah Ladrang dan Gayaman. Bentuk Ladrang Yogyakarta dan Surakarta berbeda, demikian pula dengan bentuk Gayaman. Sementara bagian-bagian warangka adalah: ukiran, godongan, pijetan, tampingan, awak-awak, bapangan, lenglengan, gigir, gandar, dan bandar. Jenis kayu yang sering dipakai untuk membuat warangka adalah kayu: Timoho, Trembalo, Cendana, dan Galihjati.

Pada awal mulanya, keris diciptakan oleh para empu sebagai senjata tikam untuk membela diri. Cara pembuatan keris di awal munculnya senjata ini dapat diketahui dari rekaman relief candi-candi di Jawa, misalnya di Candi Borobudur dan Candi Sukuh. Pembuatan keris lama-kelamaan mengalami penyempurnaan dan menjadi senjata handal. Raja-raja di nusantara menjadikan keris menjadi senjata pusaka. Misalnya kerajaan Majapahit, mempunyai sebuah keris pusaka bernama Kyai Sengkelat. Keris Kyai Sengkelat ini menjadi pusaka andalan dan bahkan menjadi penolak sekaligus tumbal perisai kerajaan. Artinya keris pusaka ini dijadikan pelindung keselamatan kerajaan dari segala malapetaka yang menyerang kerajaan.

Keris juga berfungsi sebagai ageman atau perlengkapan pakaian raja. Semakin keris yang dipakai raja dibuat oleh empu terkenal, maka akan semakin membuat raja yang memakai semakin dikagumi dan disegani. Sebab, biasanya keris buatan empu terkenal akan mempunyai kekuatan yang sangat ampuh. Demikian pula dengan kerabat-kerabat raja dan pembesar-pembesar kerajaan akhirnya juga memakai keris untuk menambah kharisma jabatannya. Hingga saat ini pun masih banyak raja, sentana dalem, maupun pejabat yang memiliki keris handalan yang dibuat oleh empu-empu terkenal zaman dahulu.

Bagi masyarakat Jawa sekarang, keris lebih berperanan sebagai perlengkapan berbusana. Sangat jarang keris dibawa kemana-mana jika tidak berkaitan dengan upacara tradisi, misalnya upacara pengantin atau upacara merti dusun. Pada saat upacara tradisi itulah, masyarakat Jawa baru mengenakan keris yang berfungsi untuk melengkapi pakaian tradisional yang dikenakan, misalnya mengenakan pakaian surjan atau beskapan. Namun tidak semua keris yang dipakai dalam upacara tradisional tersebut adalah keris pusaka. Sebagian hanya keris sebagai asesoris yang dibuat dari bahan yang asal-asalan saja seperti dari aluminium.

Keris yang dibuat oleh empu, ada yang bentuknya lurus dan ada pula yang berlekuk atau berluk. Keris berluk biasanya ganjil, misalnya luk 3, luk 5, luk 7, luk 9, luk 11, luk 13, luk 15, luk 17, dan seterusnya. Namun untuk keris berluk, kebanyakan yang dibuat adalah maksimal berluk 13. Walaupun ada keris-beris berluk di atas 13, seperti keris berluk 29, berluk 31 atau bahkan keris berluk 75, namun sangat jarang dijumpai. Keris lurus yang dibuat oleh empu terkenal, misalnya keris dapur lar ngantap, keris dapur pasopati, dan keris dapur cundrik (dibuat empu Ramadi); keris lurus dapur jalak dinding (karya empu Isakadi); keris lurus dapur tilam upih (karya empu Bramagedali).

Keris-keris yang mempunyai luk banyak dihasilkan oleh para empu terkenal. Keris-keris berluk yang terkenal itu pun sekarang dimiliki oleh orang-orang yang mempunyai kedudukan dan terpandang. Keris berluk dan dibuat oleh empu terkenal, misalnya keris luk 11 dapur sempana (karya empu Janglatikala); keris luk 11 dapur santan dan keris luk 19 dapur karacan (karya empu Sulati); dan keris luk 9 dapur panimbal, keris luk 13 dapur jamen, keris luk 13 dapur buto ijo (karya empu Domas zaman Brawijaya Majapahit).

Sementara keris-keris berluk yang dimiliki oleh orang-orang terkenal di negeri ini, misalnya seperti keris yang dimiliki oleh mantan Presiden RI ke-2 Soeharto. Beliau memiliki keris luk 13, dengan nama Kangjeng Kyai Sengkelat zaman kerajaan Majapahit yang diciptakan oleh empu Supo Mandrangi. Keris lain adalah keris berluk 11 dengan dapur Sabuk Inten.

Istilah keris, biasanya menunjuk pada bilah keris dan warangkanya. Bentuk warangka beraneka ragam, seperti bentuk ladrangan dan gayaman. Sementara bilah keris bisa berbentuk lurus atau berlekuk. Dalam ilmu perkerisan juga dikenal dengan istilah “dapur”. Istilah dapur keris adalah suatu penamaan ragam bentuk atau tipe keris sesuai dengan ricikan yang terdapat pada keris itu dan jumlah luknya. Penamaan dapur keris ada patokan dan pembakuannya. Dalam dunia perkerisan, pembakuan ini disebut dengan pakem dapur keris. Setiap bilah keris biasanya mempunyai beberapa bagian dengan nama-nama seperti kudup, bungkul, greneng, kembang kacang, gandik, lambe gajah, buntutm sirah cecak, dan peksi/pesi.

Istilah dapur khususnya dipakai dalam menentukan jenis bilah keris yang berasal dari Jawa, dan menurut jumlah luk yang terdapat pada bilah masing-masing keris. Macam-macam dapur keris jumlahnya hingga ratusan, sesuai dengan bilah keris dan jumlah luk keris. Dapur keris yang dikenal dalam ilmu perkerisan antara lain: Tilam Upih, Tilamsari, Sabuk Inten, Brojol, Kebo Lajer, Jalak Tilam Sari, Kala Tinantang, Ngamperbuta, Mahesa Nabrang, Nagasasra, Sengkelat, Panji Sekar, Sabuk Tampar, Pasopati, Naga Siluman, Kalamunyeng, Kidangsoka, Jalak Ngore, dan lain-lain.

Setiap dapur keris yang mempunyai nama tertentu pasti dengan ciri khas tertentu pula. Misalnya, dapur Tilamupih berupa bilah keris yang dilengkapi hanya dengan sebuah tikel dan kembang kacang. Keris dapur Jalak Ngore berupa bilah keris yang dilengkapi dengan sraweyan dan greneng. Sementara keris dapur Brokol adalah berupa bilah keris yang terpadu dengan ganjanya, menjadi satu bentuk utuh dan dilengkapi dengan pijetan. Keris dapur Tilamsari adalah bentuk bilah keris yang dilengkapi dengan kruwingan, pijetan, dan grenengan. Keris dapur Kalamunyeng adalah bentuk bilah keris lurus namun memiliki sogokan depan, badan bagian depan tipis dan belakang agak tebal sehingga terkesan agak berpunggung. Dapur ini dilengkapi dengan duri pandan, terdapat dua buah gusen atas dan bawah.

Selain itu, setiap keris juga memiliki pamor. Pamor adalah pola atau lukisan yang terlihat pada bilah keris yang dibuat dari baja putih. Pamor dalam sebuah bilah keris dapat memberi petunjuk mengenai kualitas teknik penempaan dan cara pengolahan logam-logam yang dipergunakan dalam proses pembuatan. Munculnya pamor ini akan memberi nilai artistik dari setiap keris yang dihasilkan oleh empu. Dari pamor ini pula, kadang bisa pula untuk menentukan seorang empu pembuatnya sekaligus zamannya. Munculnya pamor dalam sebuah keris inilah yang kemudian menggambarkan suatu makna simbol yang khas.

Macam-macam pamor keris yang dikenal dalam dunia perkerisan antara lain: Wos Wutah, Kelengan, Sanak, Wengkon, Mrambut, Banyu Tumetes, Adeg, Blarak Ngirit, Wengkon, Tambal, Sekar Pala, Lawe Setukel, Ombak Emas, Sekar Blimbing, Walang Sinunduk, Pandhan Binethot, Udan Mas, dan lain-lain.

Sementara dalam perkerisan dikenal pula istilah tangguh. Tangguh menurut kamus bahasa Indonesia adalah sukar dikalahkan. Tangguh keris dapat juga dikatakan atau diartikan sebagai ciri atau gaya suatu zaman atau kerajaan. Macam-macam tangguh antara lain: Mataram, Blambangan, Tuban, Kartasura, Pajang, Majapahit, Yogyakarta, Surakarta, Pejajaran, dan lain-lain.